Pengaruh Dzikir Terhadap Kesehatan Jiwa

By: M. Agus Syafii

Surat al-Ra’d / 13:28, menyebutkan bahwa dengan mengikat (dzkir) kepada Allah maka hati menjadi tenteram. Dzikir sebagai metode mencapai ketenangan hati dilakukan dengan tata-cara tertentu. Dzikir dipahami dan di ajarkan dengan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah secara keras (dzikr jahr), dan dengan kalimat-kalimat thayyibah yang memfokus, dari kalimat syahadat La ilaha illa Allah ke lafazh Allah dan sampai ke lafazh hu.

Sebenarnya hubungan dzikir dengan ketentraman jiwa dapat dianalisis secara ilmiah. Dzikir secara lughawi artinya ingat atau menyebut. Jika diartikan menyebut maka peranan lisan lebih dominan, tetapi jika diartikan ingat, maka kegiatan berpikir dan merasa (kegiatan psikologis) yang lebih dominan. Dari segi ini maka ada dua alur pikir yang dapat diikuti:

a) Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi itu cenderung aktif bekerja mencari jawab atas semua hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang merangsang berpikir adalah adanya hukum kausalitas di muka bumi ini. Jika seseorang melahirkan suatu penemuan baru, bahwa A disebabkan B, maka berikutnya manusia tertantang untuk mencari apa yang menyebabkan B. Begitulah seterusnya sehingga setiap kebenaran yang di temukan oleh potensi intelektual manusia akan diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai menemukan kebenaran baru yang mengoreksi kebenaran yang lama, dan selanjutnya kebenaran yang lebih baru akan ditemukan mengoreksi kebenaran yang lebih lama.

Sebagai makhluk berfikir manusia tidak pernah merasa puas terhadap ‘kebenaran ilmiah’ sampai ia menemukan kebenaran perenial melalui jalan supra rasionalnya. Jika orang telah sampai kepada kebenaran ilahiah atau terpandunya pikir dan dzikir, maka ia tidak lagi tergoda untuk mencari kebenaran yang lain, dan ketika jiwa itu menjadi tenang, tidak gelisah dan tidak ada konflik batin. Selama manusia masih memikirkan ciptaan Allah SWT dengan segala hukum-hukumnya, maka hati tidak mungkin tenteram dalam arti tenteram yang sebenarnya, tetapi jika ia telah sampai kepada memikirkan Sang Pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia tidak sempat lagi memikirkan yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan dan puncak kebahagiaan tercapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang tersebut telah mencapai al- nafs al-muthma’innah.

b) Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas, tidak ada habis-habisnya, padahal apa yang dibutuhkan itu tidak pernah benar-benar dapat memuaskan (terbatas). Oleh karena itu selama manusia masih memburu yang terbatas, maka tidak mungkin ia memperoleh ketentraman, karena yang terbatas (duniawi) tidak dapat memuaskan yang tidak terbatas (nafsu dan keinginan). Akan tetapi, jika yang dikejar manusia itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tidak terbatas kesempurnaan-Nya, maka dahaganya dapat terpuaskan. Jadi jika orang telah dapat selalu ingat (dzikir) kepada Allah maka jiwanya akan tenteram, karena ‘dunia’ manusia yang terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak terbatas.

Hanya manusia pada tingkat inilah yang layak menerima panggilan-Nya untuk kembali kepada-Nya dan untuk mencapai tingkat tersebut menurut al-Rozi hanya dimungkinkan bagi orang yang kuat potensinya dalam berpikir ketuhanan atau kuat dalam ‘uzlah dan kontemplasi (tafakkur)-nya.

Jadi al-nafs al-muthma’innah adalah nafs yang takut kepada Allah, yakin akan berjumpa dengan-Nya, ridlo terhadap qodlo-Nya, puas terhadap pemberian-Nya, perasaannya tenteram, tidak takut dan sedih karena percaya kepada-Nya, dan emosinya stabil serta kokoh.

Wassalam,
M. Agus Syafii
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================

Copy paste from :

Yahoo Groups

Posted in kutipan | Tagged , , | Leave a comment

Lebaran

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Karawang.. oh… Karawang

Kamis 10 Juli 2008 , saya berada di Karawang mengemban tugas perusahaan untuk mengelola gudang semen Holcim, pertama kali datang saya langsung menemui pemilik gudang, pak Dedy yang kebetulan namanya sama dengan saya, yang terbersit di benak saya, saya mau minta kunci gudang karena besoknya saya harus rekrut karyawan gudang sebagai operator bongkar muat, ternyata perjanjian kontrak Holcim dan pemilik gudang belum ada, sehingga saya tidak diijinkan untuk menempati gudang, pak Agus Wahyono dan pak Gatot Raharja menjanjikan hari sabtu 12 Juli 2008 akan datang ke Karawang untuk mengantarkan kontraknya.

Berkenalan dengan abang becak, pak Dayat, saya di antar ke rumah pak RT Engkus untuk lapor diri dan cari tempat kost yang kebetulan Kamar depan rumah pak RT tersebut di sewakan, dan setelah itu saya ajak pak Dayat untuk mengantar saya dengan becaknya kelililing kota Karawang.

Kini saya sudah menjadi bagian dari kota karawang, karawang…. oh… Karawang…

Ketika saya bertemu atau komunikasi jarak jauh dengan teman kerja atau kerabat, spontan pasti ngucap ” hai, gimana khabar goyang karawang”.

Saya pasti jawab sekenanya yang bisa nyambung dengan pertanyaannya, karena di Karawang saya tidak pernah tahu seperti apa yang di maksud dengan goyang Karawang.

Leave a comment

Alhamdulillah

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah…. Shollu ‘ala Nabi

Sepatutnyalah dalam kesempatan ini saya mengucap Hamdalah sebagai rasa syukur karena menerima kesempatan berekspresi untuk kebaikan.

Shalawat kepada Nabi Muhammad kami sampaikan agar safaat dan teladannya terus menjadi amal ibadah yang bermanfaat untuk sekalian alam. Amiin…………….

Demikian nasihat guru ngaji saya, agar tidak rugi katanya. karena apabila suatu majlis tidak dibacakan Hamdalah dan shalawat kepada nabi tidak sempurna dan tidak tercatat sebagai majlis dzikr. wallahu a’laam bi shawwab.

Saya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya telah mau untuk melihat atau mampir di blog saya.

Besar harapan saya untuk mendapatkan saran dan masukan dari semua teman, sahabat, rekan atau siapapun yang berkesempatan melihat dan membaca blog ini, karena keterbatasan saya dalam pengetahuan pembuatan blog.

Semoga blog ini memberi manfaat kepada saya untuk selalu terus belajar dan menempa ilmu hingga akhir hayat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Posted in Tulisan Bebas | Leave a comment

Kesadaran

untuk mencapai kondisi kesadaran kadang harus melalui banyak rintangan dan ujian, mengalami kondisi mental yang beragam, menerima berbagai hujatan, renungan, pengalaman, pengetahuan dan banyak lagi yang harus di alami seseorang sehingga mampu menentukan persepsinya terhadap sesuatu.

sabar, syukur, ikhlas adalah di antara jalan untuk mencapai kesadaran

Posted in Tulisan Bebas | Leave a comment